Official Website PemprovSulbar-CSIRT
 
LOGO PemprovSulbar-CSIRT
Beranda Berita Gov-CSIRT BSSN Bersama Pemprov Sulawesi Barat Luncurkan Tim Tanggap Insiden Siber SulbarProv-CSIRT

BSSN Bersama Pemprov Sulawesi Barat Luncurkan Tim Tanggap Insiden Siber SulbarProv-CSIRT

Berita Gov-CSIRT


Mamuju, BSSN.go.id – Melalui Direktorat Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah BSSN dan Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat, Tim Tanggap Insiden Siber Provinsi Sulawesi Barat secara resmi diluncurkan pada hari ini Selasa (22/6) di Mamuju.

“Saya selaku Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terbentuknya Tim Tanggap Insiden Siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, yang disebut dengan nama SulbarProv-CSIRT,” ucap Deputi Penanggulangan dan Pemulihan BSSN Yoseph Puguh Eko Setiawan mewakili Kepala BSSN.

Deputi Penanggulangan dan Pemulihan BSSN juga menambahkan ruang siber terbentuk karena adanya sistem elektronik yang terhubung dengan internet. Di ruang siber terdapat berbagai kepentingan yang meliputi sektor pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara, 8 sektor Infrastruktur Informasi Vital, dan para pengguna internet. Selain itu, di ruang siber terdapat kesejahteraan manusia yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat.

Selain menunjang kesejahteraan manusia, di dalam ruang siber juga terdapat potensi ancaman yang nyata, baik bersifat teknis maupun bersifat sosial.

 

 

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa belum lama ini terjadi kasus insiden siber di Indonesia terhadap data kependudukan pada BPJS Kesehatan yang diduga bocor dan dijual secara daring,” ungkap Yoseph Puguh.

Lebih lanjut Yoseph menyampaikan ruang siber harus diikuti oleh tiga hal, yaitu bagaimana mengamankannya, bagaimana secara maksimal dapat menggunakan ruang siber tersebut guna memajukan kepentingan nasional di tingkat global, dan bagaimana memiliki kuantitas serta kualitas yang kompetitif di tingkat dunia pada seluruh lapisan ruang siber yang terdiri dari lapisan fisik, lapisan jaringan logika, dan lapisan sosial.

Dalam rangka itulah Tim Tanggap Insiden Siber dibentuk untuk menjamin keberlangsungan ruang siber yang aman.

“Pembentukan CSIRT sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). Dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE, disebutkan bahwa bagian unsur keamanan SPBE yaitu penjaminan keutuhan dan ketersediaan data dan informasi, yang di mana CSIRT berperan sebagai penyediaan pemulihan insiden keamanan siber,” tambah Deputi Yoseph.

 

Untuk mendukung hal tesebut, maka penyelenggaraan sistem elektronik wajib menyediakan sistem pengamanan yang mencakup prosedur dan sistem pencegahan, penanggulangan dan pemulihan terhadap ancaman dan serangan yang menimbulkan gangguan, kegagalan dan kerugian.

Oleh karena itu, untuk menjamin sistem elektronik dapat beroperasi secara terus menerus, maka diperlukan mekanisme penanggulangan insiden dan atau pemulihan insiden yang dilakukan oleh tim penanggulangan dan pemulihan insiden siber atau lebih dikenal dengan istilah CSIRT.

 

Sebelum mengakhiri, Sekda M. Idris menyampaikan terima kasihnya kepada BSSN atas terselenggaranya kegiatan ini sekaligus menyatakan SulbarProv-CSIRT resmi diluncurkan.

“Akhirnya, saya ucapan terima kasih kepada Badan Siber dan Sandi Negara yang senantiasa mendukung dalam penyelenggaraan dan menyukseskan kegiatan ini. Dan Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim acara launching Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Provinsi Sulawesi Barat saya buka dengan resmi.” tutup Sekda. (Yud)

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN